Mengenal Apa itu Product Manager dan Tugasnya

0
45
Mengenal Apa itu Product Manager dan Tugasnya
Mengenal Apa itu Product Manager dan Tugasnya

Di Indonesia masih banyak orang yang belum familiar dengan Product Manager. Apa itu Product Manager? Apa saja tugasnya? dan kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang Product Manager? Nah, di artikel ini akan dibahas pengertian Product Manager atau definisi Product Manager. Tugas atau jobdesk seorang Product Manager dan juga keahlian apa yang harus dimiliki seorang Product Manager. Ketahui juga 9 Pekerjaan yang Cocok untuk Kaum Milenial.

Pengertian: Apa itu Product Manager

Pekerjaan Product Manager sudah ada sejak 15 tahun yang lalu. Seiring perkembangan teknologi pekerjaan ini juga makin diminati dan dicari. Sebuah perusahaan di bidang teknologi wajib memiliki serang Product Manager yang ahli. Sedangkan definisi apa itu Product Manager adalah seseorang yang berfokus pada hal apa saja yang berhubungan dengan produk. Dari mulai membuat sebuah produk hingga strategi bagaimana cara memasarkannya.

Dalam membuat sebuah produk tentunya tidak mudah. Seorang yang bekerja sebagai Product Manager harus mengetahui dan memahami betul model bisnis dari perusahaan dimana dia bekerja. Dengan itu, maka Product Manager bisa mengatur dan merancang sebuah tim yang solid. Product Manager mengatur aspek apa saja yang berhubungan dengan produk. Sehingga tujuan akhirnya dapat menciptakan sebuah produk yang mempunyai daya jual yang tinggi. Produk yang sesuai dengan standar yang diberikan oleh perusahaan dan agar laku dan dapat dijual di pasaran.

Tugas Product Manager

Berbicara tentang tugas Product Manager memiliki beberapa jobdesk yng wajib dilakukan. Lalu apa saja tugas Product Manager? akan dipaparkan di bawah ini.

1. Product Manager Membuat atau Menciptakan Produk

Seorang Product Manager harus bisa memetapkan masalah target pasar dari sebuah bisnis. Menemukan solusi atau pemecahan masalah dari sebuah masalah atau isu masyarakat yang ada. Dan menuangkan solusi ke dalam sebuah produk.

Karena pada dasarnya sebuah produk yang bagus adalah produk yang mampu menjadi “problem solving dari issue atau masalah di masyarakat. Sebagai contoh gofood mengatasi solusi dari kebiasaan pasar yang malas untuk keluar rumah. Slain itu dengan kecepatan dan kemudahan layanan menambah nilai dari gofood.

2. Product Manager Melakukan Riset

Produk yang bagus dan laku di masyarakat tentunya memiliki sebuah nilai khusus atau unik. Nah, untuk meciptakan produk yang memiliki nilai atau inovasi itu tidaklah mudah. Perlu adanya riset, memhami seluk beluk seputar produk dan pasar yang dituju.

Riset sendiri bermacam-macam bentuknya. Salah satunya meriset fenomena yang sedang hot di masyarakat. Seperti halnya sekarang pada saat artikel ini dibuat, sedang booming masalah visrus corona. Banyak oknum-oknum yang memanfaat peristiwa ini dengan buruk. Membuat masker palsu, handsanitizer palsu, dll

Namun tetap banyak juga yang melakukan penelitian atau riset untuk menemukan solusi dari wabah pandemi ini. Dari mulai dampak kecilnya hingga dampak terburuk yang bisa muncul. Orang-orang, pemerintah, instansi berbondong-bondong melakukan tugasnya masing-masing.

Dari contoh kasus di atas mereka tentunya sebelumnya sudah melakukan pengamatan. Entah itu secara mendalam atau sebatas mata awam. Nah seperti itulah kiranya gambaran riset fenomena yang ada. Kalau produkmu dijual secara online maka kamu juga perlu riset keyword, volume pencariannya, hingga pesaing yang ada.

3. Product Manager Membuat Strategi Produk

Setelah produk sudah dihasilkan lalu bagaimana cara menjualnya? Lalu bagaimana agar tidak hanya laku di awal saja dan tetap berkelanjutan? maka dari itu Product Manager perlu membuat sebuah strategi. Mengemukakan ide atau gagasan berkaitan dengan produk.

Disini saya mengambil sebuah contoh produk air mineral. Kalau di nalar dulu sebelum ada produk itu orang-orang berpikir siapa yang mau membeli air putih? Di rumah banyak tinggal dimasak lalu di minum. Nah disini peran Product Manager hadir. Dengan memberi nilai pada air mineral tersebut sebagai contoh diambil langsung dari air mata pegunungan. Orang-orang mulai tertarik apa spesialnya.

Khasus yang hampir sama juga terjadi dulu pada batu ponari. Apa sih yang membuat sebuah batu begitu diminati banyak orang. Ternyata dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Product Manager perlu merancang skema pengerjaan hingga menentukan standar agar kualitas produk tetap terjaga. Standarisasi produk ini meliputi semua aspek terkait pembuatan produk apahakah itu produk digital atau berbentuk barang. Jika barang bahannya apa saja, alat yang digunakan memlikiki spesifikasi seperti apa, hingga SDM yang mengerjakan harus memiliki kualifikasi seperti apa.

4. Product Manager Menangani Masalah Produk

Saat pembuatan produk tentunya masalah-malah akan timbul dan tidak bisa dihindari. Seorang Product Manager harus bisa menemukan pemecahan masalah yang timbul. Membuat cara penanganan terbaik pada masalah yang muncul.

Sebagai contoh saat produksi ternyata produk yang dibuat menghasilkan limbah pabrik. Misal limbah berbentuk bekas serbuk kayu. Limbah ini sebisa mungkin harus bisa dikelola dengan baik. Bisa untuk bahan bakar selanjutnya atau dikreasikan untuk menjadi produk baru yang bisa bernilai.

Maka dari itu pengetahuan Product Manager  harus cukup luas sehingga bisa mengelola semua efek samping yang ditimbulkan produk itu sendiri. Harus bisa berfikir inovatif, kreatif, dan solutif

5. Komunikasi dan Kerjasama

Product Manager harus mempunyai komunikasi yang baik. Mampu bekerja sama dalam tim dan membuat kondisi kerja yang kondusif. Membreakdown semua pekerjaan secara jelas dena rinci agar bisa meminimalisir kesalahan. Selain itu, bertanggung jawab memonitor semua yang pekerjaan yang ada.

Serta berkonsultasi dengan tim marketing bagaimana menghasilkan konten yang menarik dan promosi yang tepat. Serta memantau kinerja dari produk yang sudah dibuat.

Itulah tadi sekilas tentang profesi Product Manager, pengertian Product Manager dan apa saja tugasnya. Menjadi Product Manager tidaklah mudah banyak yang harus dikuasai. Dari mulai komunikasi hingga kemampuan secara praktis. Tujuan akhirnya tentu saja menghasilkan produk yang inovatif dan memiliki daya jual tinggi. Semoga artikel ini bermanfaat terima kasih.

 

Tinggalkan Komentar