Berjualan di Marketplace vs Berjualan di Website Sendiri

1
56
BERJUALAN DI MARKETPLACE vs BERJUALAN DI WEBSITE SENDIRI
BERJUALAN DI MARKETPLACE vs BERJUALAN DI WEBSITE SENDIRI

Berjualan di Marketplace vs Berjualan di Website Sendiri – Di tahun 2020 ini, diprediksi bisnis yang berkaitan dengan digital atau online masih bisa dibilang di atas angin. Banyaknya minat pasar yang semakin banyak dari waktu ke waktu. Hal ini didukung juga dengan kemudahan internet dan teknologi. Sehingga sekarang ini hampir semua kalangan bisa menggunakan internet. Didukung dengan harga smartphone yang semakin terjangkau.

Bagi kamu yang masih bingung bagaimana cara berjualan online yang tepat dan terbukti berhasil. Anda bisa berjualan dengan menggunakan marketplace seperti tokopedia, shopee, bukalapak, lazada. Ada juga yang memanfaatkan plaform e-commerce seperti blibli.com, zalora, atau jd.id. Selain itu, anda juga bisa berjualan dengan membuat toko online atau website sendiri. Baca juga jika anda mempunyai toko di tokopedia Laris Manis Berjualan di Tokopedia dengan Teknik SEO.

Dengan banyaknya pilihan cara berjualan online di atas muncullah pro dan kontra antara mana yang lebih efektif untuk digunakan. Maka dari itu, alangkah baiknya jika anda memahami dulu konsep, kelebihan, serta kekurangan masing-masing cara berjualan online di atas.

Berjualan di Marketplace

Berjualan di Marketplce
Berjualan di Marketplce

Salah satu cara berjualan online adalah dengan marketplace. Marketplace adalah templat dimana berkumpulnya penjual dan pembeli online. Dalam marketplace menyediakan banyak fitur sehingga lebih memudahkan para pembeli dan penjual.

Marketplace seperti tokopedia, shopee, bukalapak, atau lazada ini hanya menyediakan tempat atau sebagai media. Mereka tidak memiliki produk yang dijual. Mereka hanya memfasilitasi dan memberikan fitur-fitur kemudahan dalam berjualan, pengiriman, hingga metode pembayaran.

Karena menyediakan banyak metode pambayaran, kebanyakan yang digunakan juga sudah kredibel. Marketplace menjadi salah satu trend baru dalam berbelanja. Terlepas dari itu masih ada juga oknum nakal yang memanfaatkan celah. Sudah banyak kasus yang terjadi barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang dipesan. Bahkan nilai barangnya ada yang terbilang tidak kecil seperti smartphone atau laptop.

Sebagai pihak ketiga, marketplace juga menyediakan fitur-fitur seperti komplain dan pengembalian barang. Jadi ketika barang sudah sampai di pembeli uang dari pembeli tidak langsung bisa dicairkan. Untuk lebih jelasnya alur dari pembeli memesan hingga menerima barang pesanannya.

  • Pembeli mencari produk yang dia cari di katalog marketplace.
  • Pembeli memasukkan barang ke keranjang belanja
  • Pembeli membeli dan membayar sejumlah uang ke marketplace
  • Marketplace melalui sistem memberitahu penjual akan pesanan pembel
  • Penjual menerima pesanan dan mengirim barang
  • Barang sampai ke pembeli, dan barang direview oleh pembeli
  • Dana diberikan ke penjual.

Dengan sistem di atas marketplace menjadi pihak ketiga sehingga transaksi lebih aman. Apabila barang yang diterima tidak sesuai pembeli bisa melakukan komplain dan dana akan ditahan hinnga permasalahan selesai. Pahami juga bagaimana cara mengoptimasi tokopedia.

Pada awal kemunculan marketplace masih banyak orang yang ragu karena isu keamanan dalam transaksi. Namun setelah berjalan perlahan masyarakat mulai paham dan mulai mencoba-coba hingga mereka merasakan kemudahan berbelanja di marketplace. Diluar itu semua mari kita simak apa saja kelebihan dan kelemahan marketplace di bawah ini.

Kelebihan Berjualan di Marketplace

Setelah anda mengetahui cara kerja marketplace mari kita bahas kelebihannya terlebih dahulu.

  1. Kelebihan berjualan di marketplace yang pertama yakni sangat mudah untuk mempraktikkan. Anda hanya perlu membuat aku dan mulai mengupload foto dari produk yang anda jual. Mudah disini dalam bukan berarti tanpa usaha apapun dan tanpa mempelajari apapun. Anda tetap harus belajar bagaimana cara mengoptimasi toko agar menarik dan banyak mendatangkan pembeli.
  2. Mempunyai pasar yang besar dan luar. Yang namanya pasar atau marketplace tentunya tempat bertemunya penjual dan pembeli. Calon pembeli datang mengunjungi marketplace untuk mencari barang yang mereka butuhkan.
  3. Marketplace membantu penjual untuk promosi gratis. Apakah anda pernah melihat iklan dari marketplace? Nah iklan yang tayang tersebut tampil biasanya muncul setelah anda membuka atau mencari sesuatu di social media atau di laman google. Berikut salah satu contoh iklan dari shopee yang muncul di beranda facebook

    Iklan Shopee
    Contoh Iklan Shopee
  4. Secara tidak langsung dengan marketplace membantu awareness dan conderation terhadap toko kita. Membantu menemukan toko melalui mesin pencari atau fitur pencarian di marketplace itu sendiri. Banyak juga dari calon pembeli menanyakan seperti ini “gan, jualan via marketplace ini ga ya?”. Sehingga memfasilitasi mereka calon pembeli untuk melakukan transaksi secara aman.

Kekurangan Berjualan di Marketplace

Selain kelebihan-kelbihan di atas tentunya berjualan di marketplace ada kekurangannya juga.

  1. Kekurangan berjualan di marketplace yang pertama yaitu banyak sekali pesaing. Marketplace yang menjadi tempat berjualan tentunya akan banyak sekali competitor. Maka dari itu anda harus memberikan nilai lebih pada produk atau toko anda. Tak jarang dengan ketatnya persaingan harga yang dipatok oleh competitor jauh dari harga pasaran.
  2. Susah mendapat kepercayaan pelanggan. Hal ini akan terjadi pada penjual yang baru membuka toko. Dikarenakan review atau testimoni dari pembeli masih sedikit, cenderung membuat lebih memilih toko yang sudah memiliki banyak review positif dari pembeli.
  3. Kekurangan yang selanjutnya adalah promosi berbayar. Beberapa marketplace menerapkan promosi berbayar agar toko atau produk penjual lebih mudah ditemukan atau direkomendasikan. Bagi penjual yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi tentunya wajib menggunakan strategi ini, Namun jika promosi yang kamu buat kurang efektif akan membuat budget promosimu membebgkak sehingga boncos atau rugi.
  4. Dana dari pembeli tidak bisa langsung diterima. Penjual harus menunggu hingga barang pesanan sampai di pembeli. Terkadang juga harus direpotkan jika barang yang diterima dalam keadaan cacat sehingga harus diretur. Memang kamu bisa mengclaim ke jasa pengiriman yang digunakan jika barang yang cacat disebabkan saat pengiriman. Namun itu akan membuat waktu anda terkuras untuk hal tersebut.

Itulah pemaparan singkat dari kelebihan dan kelemahan marketplace. Untuk lebih jelasnya anda bisa membaca artikel tentang kelebihan dan kekurangan secara rinci disini

Berjualan di Website Sendiri

Berjualan di Website Sendiri
Berjualan di Website Sendiri

Lain halnya dengan berjualan di marketplace dengan fitur-fitur yang disediakan. Dengan berjualan di website sendiri anda bisa mengkustomisasi fitur-fitur sesuai kebutuhan toko anda. Namun, anda perlu meluangkan sedikit waktu, tenaga, serta biaya lebih untuk itu.

Dalam membuat website sendiri untuk berjualan anda bisa menggunakan salah satu platform CMS. Platform CMS itu bisa wordpress, drupal, joomla, dsb. Dalam hal ini saya sarankan menggunakan wordpress yang sudah banyak digunakan oleh toko-toko online. Jika menggunakan wordpress anda perlu menginstal plugin tambahan yang bernama woocommerce.

Dengan website sendiri selain bisa menambah fitur sendiri kamu juga bisa mengubah tampilan sesuai selera. Buatlah tampilan yang menarik namun tetap memperhatikan kecepatan website anda. Karena itu akan berpengaruh kepada kenyamanan pelanggan yang akan beli di websitemu. Untuk lebih tahu apa saja kelebihan dan kelemahan berjualan di website sendiri. Mari simak penjabaran di bawah ini.

Kelebihan Berjualan di Website Sendiri

  1. Bisa dicustom sesuai selera. Seperti dikatakan di atas bahwa dengan menggunakan website sendiri untuk berjualan anda bisa bebas untuk mengubah atau menambah fitur ataupun tampilan dari website anda.
  2. Menambah kepercayaan pelanggan. Dengan membuat website sendiri untuk berjualan tentunya akan menambah trust dari pelanggan. Dalam membuat website baiknya menggunakan domain tld. seperti .com, .net, .info dll. Hal itu bertujuan agar pelanggan semakin percaya akan toko online kita dan lebih terlihat profesional.
  3. Bisa menjangkau lebih banyak audience dengan SEO. Dengan SEO kamu bisa menyasar orang-orang yang sekiranya tertarik dengan produkmu.
  4. Bisa membuat customer journey anda sendiri. Anda bisa membuat alur atau perjalanan calon membeli hingga jadi beli entah itu dari social media atau dari iklan.

Sebenarnya masih banyak lagi kelebihan-kelebihan lainnya. Namun disini saya ambil point besarnya saja dan saya ambil masing-masing 4. Jadi untuk anda yang masih awam bisa secara objektif kira-kira langkah apa yang tepat untuk bisnis anda.

Tanpa basa-basi lagi lansung saja kita menuju ke bagian kelemahan dari berjualan di website sendiri.

  1. Membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk membuat sebuah website anda perlu membutuhkan yang namanya domain seperti .com, .net, .info dll. Selain itu anda juga perlu membeli sebuah hosting untuk penyimpanan file-file di website anda.
  2. Harus memahami coding. Dalam membuat website untuk toko anda, anda perlu sedikit mengerti tentang bahasa pemprograman. Jika tidak anda perlu mengeluarkan uang kembali untuk merekrut orang yang bisa melakukan hal tersebut.
  3. Mengatur fitur-fitur yang dibutuhkan. Anda juga perlu melakukan ini untuk menambah fitur-fitur yang dibutuhkan seperti halnya pengiriman, pembayaran, tampilan. Bahkan tak jarang anda perlu membeli plugin tambahan untuk mendapatkan fitur-fitur tersebut.
  4. Optimasi tingkat lanjut. Anda perlu melakukan optimasi tambahan yang sekiranya untuk meningkatkan performa website anda. Mulai dari index mesin pencari, SEO, hingga backlink. Berbeda halnya dengan marketplace yang sudah siap dan kita hanya perlu membuat katalog produk.

Nah, itulah tadi sedikit gambaran tentang kelebihan dan kelemahan marketplace maupun website sendiri. Setidaknya bisa memberikan gambaran untuk strategi toko online anda. Disini saya merekomendarikan untuk menjual dan mengoptimasi di social media terlebih dahulu. Apalagi untuk anda yang masih baru di dunia bisnis online.

Setelah kiranya minat pembeli sudah banyak anda bisa membuat website anda sendiri dengan menginvestasikan sedikit dari keuntunganmu. Anda bisa membeli domain dengan nama tokomu dan meningkatkan trust pelanggan dengan website anda.

Lain halnya jika anda mempunyai modal yang cukup. Anda untuk langsung membuat website sendiri dan mulai melakukan branding pada toko anda. Semoga artikel tentang perbandingan antara berjualan di marketplace dan di website sendiri ini bermanfaat dan semoga bisnis anda semakin berkembang, sekian terima kasih.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar