Arti Payroll adalah? Begini Sistem Kerjanya

8 Mei 2021
Arti Payroll adalah Begini Sistem Kerjanya

Arti Payroll adalah? Begini Sistem Kerjanya – Pemberian upah adalah satu dari sekian banyak kewajiban perusahaan kepada karyawan. Sebutan penggajian dalam perusahaan lebih kerap disebut dengan payroll. Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah ini, namun bagi orang awam tentunya akan berbeda.

Terkhusus jika Anda adalah seorang karyawan, maka wajib bagi Anda mengetahui istilah payroll agar Anda tahu kapan dan berapa besaran gaji yang akan Anda terima berdasarkan pekerjaan Anda.

Pengertian Payroll Adalah ?

Arti Payroll adalah? Begini Sistem Kerjanya - Habib Hidayat
Pengertian Payroll Adalah ?

Payroll adalah proses atau sistem penggajian karyawan mulai dari sesi perhitungan komponen – komponen terpaut dengan pendapatan sampai pembayaran pendapatan dalam jangka waktu tertentu.

Pemanfaatan sistem payroll ini akan sangat mempermudah perusahaan pada proses penggajian. Sebab, sistem ini akan menghitung segala pendapatan tiap karyawan secara otomatis dan dapat memperoleh hasil yang akurat tanpa menghabiskan waktu yang lama. Baca juga artikel tentang apa itu vendor dan fungsinya.

Bila dalam suatu perusahaan ada jumlah karyawan yang lumayan banyak, Anda tidak  perlu repot lagi disaat menghitung pembayaran pendapatan karyawan bila menggunakan sistem payroll. Tidak hanya itu, tiap karyawan juga akan memperoleh penjelasan perhitungan secara rinci apa saja yang mereka miliki. Semacam tunjangan, bonus, potongan pajak, asuransi, dan yang lain.

Sebutan payroll ini telah banyak dipakai oleh sebagian warga khususnya di perusahaan. Banyak dari mereka yang mengartikan kalau payroll adalah memberikan beberapa uang kepada karyawan atas hasil dan kinerja yang telah dicoba sepanjang satu periode.

Tata cara Perhitungan Pendapatan Karyawan

Disaat melaksanakan pembayaran pendapatan, tiap perusahaan mempunyai tata cara dan perhitungannya sendiri cocok dengan kebutuhan masing – masing perusahaan. Namun, tiap perusahaan wajib mematuhi tentang ketentuan perhitungan pendapatan karyawan yang sudah diresmikan pemerintah.

Ada tiga tata cara yang wajib dicermati oleh perusahaan. Bagaimana sistem kerjanya?

Tata Cara Netto

Tata cara netto pada payroll adalah pendapatan yang diterima karyawan telah dicoba pemotongan pajak pemasukan (PPh 2) dan juga iuran jaminan sosial semacam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Tata cara ini menimbulkan perusahaan akan menghitung besaran pajak dan juga membayar iuran jaminan sosial para karyawan. Sehingga karyawan otomatis akan menerima pendapatan bersih dan tidak butuh lagi menghitung besaran potongan pajak dan jumlah iuran.

Pelaksanaan tata cara netto ini dapat dikatakan lumayan memberatkan untuk sebagian perusahaan. Sebab mereka wajib melaksanakan pemotongan, perhitungan, dan membayar pajak dari tiap pendapatan karyawan.

Tata cara Gross

Berbeda dengan tata cara netto, pada tata cara gross ini para karyawan wajib melaksanakan perhitungan dan pembayaran sendiri jumlah besaran pajak. Sebab dalam tata cara ini, perusahaan akan memberikan pendapatan tanpa melaksanakan perhitungan pemotongan pendapatan dan membayar iuran jaminan sosial.

Sehingga, perusahaan yang mempraktikkan tata cara ini mewajibkan karyawannya buat mandiri dalam memotong, menghitung, dan membayar potongan pendapatan dan iuran jaminan sosialnya.

Tata cara Gross Up

Buat tata cara gross up, perusahaan akan memberikan tunjangan pada pendapatan karyawan cocok dengan jumlah pajak atau pembayaran iuran jaminan sosial semacam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Jadi bisa disimpulkan kalau perusahaan yang memakai tata cara gross up akan menanggung segala bayaran pajak dan iuran dengan menyertakan tunjangan pajak pada pendapatan yang diberikan.

Namun, tiap karyawan harus buat membayar kewajiban pajaknya secara mandiri. Sehabis karyawan membayar kewajiban pajak, mereka wajib melaporkannya kepada perusahaan.

Dari ketiga tata cara di atas, tiap – tiap tata cara nyatanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya tiap – tiap. Jadi, perusahaan dapat memastikan tata cara apa yang sangat sesuai buat diterapkan disaat perhitungan dan pembayaran pendapatan.

Hal – Hal yang Mempengaruhi Pendapatan Karyawan

Disaat melaksanakan perhitungan pendapatan kepada karyawan, ada sebagian perihal yang mempengaruhi tingkatan pendapatan karyawan. Apa saja hal – hal tersebut?

Pendidikan

Disaat proses rekrutmen, nyatanya ada kualifikasi yang dimohon. Salah satunya adalah pembelajaran. Itikad dari pembelajaran ini adalah jenjang pembelajaran resmi minimum yang sudah ditempuh karyawan. Pembelajaran jadi poin utama dalam memastikan proses payroll adalah pendapatan karyawan.

Kalangan Jabatan

Perihal pertama yang pengaruhi tingkatan pendapatan adalah kalangan jabatan. Jadi, besar kecilnya pendapatan yang didapatkan cocok dengan pengelompokan jabatan bersumber pada nilai atau bobot jabatannya. Bila ada sebagian kalangan jabatan dengan beban tugas dan tanggungjawab yang setara, akan dimasukan ke dalam satu kalangan yang sama.

Jabatan

Jabatan ialah posisi yang diduduki karyawan yang mendeskripsikan tugas dan tanggung jawabnya dan hak karyawan yang wajib diterima dalam suatu perusahaan. Besaran pendapatan yang diterima akan cocok dengan tingkatan kesusahan dari beban jabatan itu sendiri.

Masa Kerja

Tidak hanya dengan beban jabatan, lama masa kerja seseorang karyawan juga akan pengaruhi proses payroll adalah penghasilannya sepanjang satu bulan. Terus menjadi besar pengalaman seorang, hingga pendapatan yang didapatkan juga terus menjadi besar.

Kompetensi

Kompetensi adalah keahlian kerja karyawan yang mencakup aspek pengetahuan, keahlian, dan ciri kerja cocok dengan kualifikasi yang dimohon buat suatu jabatan. Perusahaan akan memikirkan aspek kompetensi karyawan buat memastikan jumlah pendapatan yang akan diberikan bila kompetensi karyawan cocok dengan jabatan.

Regulasi tentang Payroll di Indonesia

Perhitungan pendapatan dan komponen – komponen yang lain ialah perihal yang sangat krusial. Hingga dari itu, ada sebagian perihal mulai dari perihal besar sampai hal – hal kecil yang wajib dicermati dalam pelaporan penggajian atau payroll.

Di Indonesia sendiri, ada sebagian perihal yang berkaitan dengan regulasi tentang payroll. Apa saja perihal tersebut?

Hak Dasar Karyawan

Dalam ketentuan payroll, ada sebagian hak dasar karyawan yang wajib dipatuhi.

  • Penetapan jam kerja ialah 40 jam dalam seminggu. Atau 8 jam per hari buat 5 hari kerja dalam seminggu, dan 7 jam per hari buat 6 hari kerja dalam seminggu.
  • Upah minimum regional yang cocok dengan provinsi, kabupaten, dan atau wilayah tempat bekerja.
  • Setiap karyawan yang bekerja di suatu perusahaan atau lembaga harus memperoleh jaminan sosial yang mencakup tunjangan musibah kerja, asuransi jiwa, tunjangan hari tua, dan perawatan kesehatan BPJS.
  • Karyawan berhak atas memperoleh cuti tahunan, berbadan dua, sakit, izin individu dan berhak buat memperoleh pendapatan penuh.
  • Karyawan berhak buat menerima Tunjangan Hari Raya (THR) cocok dengan peraturan pemerintah.
  • Karyawan yang bekerja melebihi batasan waktu yang sudah ditetapkan (lembur) harus buat memperoleh upah atas lembur.

Insentif

Insentif adalah uang yang diberikan atas wujud penghargaan di luar dari pendapatan pokoknya sepanjang sebulan. Pemberian uang intensif akan diberikan cocok dengan kinerja dan performa atau bila karyawan orang atau kelompok sukses menuntaskan sasaran kerja tertentu.

Pemberian Jaminan Sosial/ BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan sosial atau BPJS Ketenagakerjaan adalah perihal harus yang wajib diberikan kepada karyawan guna buat melindungi keamanan karyawan sepanjang bekerja.

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan bisa dicoba sebagai berikut:

  • Jaminan musibah kerja, sebesar 0, 24%– 1, 74% dari jumlah pendapatan bulanan dan akan dibayar penuh oleh perusahaan.
  • Jaminan kematian, akan dibayarkan sebesar 0, 3% dari jumlah pendapatan bulanan dan akan dibayar penuh oleh perusahaan.
  • Jaminan hari tua, akan dibayarkan sebesar 5, 7% dari jumlah pendapatan bulanan. Rincian dari pembayaran tersebut adalah 3, 7% akan dibayarkan perusahaan dan 2% akan dibayarkan karyawan.

Pencarian uang jaminan hari tua dapat ditarik bila karyawan tersebut sudah mencapai umur 55 tahun atau bila karyawan sudah menyudahi bekerja. Tidak hanya itu, karyawan yang menjajaki program jaminan hari tua wajib turut dan minimum 5 tahun.

Pelaporan Pajak

Pembayaran dan pelaporan pajak yang wajib dicoba perusahaan adalah secara perbulan dan pertahun. Yang tercantum ke dalam pajak bulanan adalah:

  • Pajak pemasukan tubuh atau PPh 25, wajib dibayarkan optimal bertepatan pada 15 bulan selanjutnya dan wajib diserahkan kepada kantor pajak optimal bertepatan pada 20 pada bulan selanjutnya.
  • Pajak potongan karyawan atau PPh 21, wajib dibayarkan optimal bertepatan pada 10 bulan selanjutnya dan wajib diserahkan kepada kantor pajak optimal bertepatan pada 20 pada bulan selanjutnya.

Bila ada keterlambatan disaat pembayaran dan penyerahan pajak, perusahaan yang bersangkutan akan memperoleh penalti atau denda yang wajib dibayarkan ke kantor pajak.

Ketentuan Cuti

Setiap karyawan berhak atas memperoleh cuti. Tidak hanya itu, perusahaan mempunyai hak buat memberikan pengajuan atau menunda buat memberikan cuti tahunan.

Ada sebagian tipe cuti yang tercantum dalam Undang – Undang terkini, antara lain:

Cuti Tahunan

Total dari cuti tahunan yang tercantum dalam peraturan adalah 12 hari dalam setahun. Pada cuti ini, perusahaan mempunyai hak buat memberikan atau menunda pemberian cuti karyawan. Buat penundaan cuti karyawan cuma berlaku optimal 6 bulan.

Buat pemberian upah karyawan atas cuti, Undang – Undang tidak menjelaskannya. Namun perihal tersebut tercantum ke dalam perjanjian kerja. Jadi, perusahaan wajib membayarkan pendapatan karyawan sepanjang masa cuti cocok dengan perjanjian kerja tadinya.

Cuti Melahirkan

Karyawan perempuan yang akan melahirkan akan diberikan cuti sepanjang 3 bulan dengan rincian 1, 5 bulan saat sebelum melahirkan dan 1, 5 bulan sehabis melahirkan. Sepanjang karyawan cuti, perusahaan senantiasa harus buat membayarkan pendapatan karyawan.

Cuti Pribadi

Sebagian tipe cuti individu yang akan senantiasa memperoleh pendapatan adalah:

  1. Karyawan menikah (3 hari)
  2. Karyawan menikahkan anaknya (2 hari)
  3. Karyawan mengkhitankan anaknya (2 hari)
  4. Karyawan membaptiskan anaknya (2 hari)
  5. Istri dari karyawan melahirkan atau hadapi keguguran (2 hari)
  6. Keluarga dari karyawan wafat (2 hari)
  7. Keluarga jauh dari karyawan wafat dunia (1 hari)

Cuti Sakit

Jumlah cuti sakit yang boleh diambil karyawan tidak boleh melebihi jumlah cuti tahunan. Tidak hanya itu, perusahaan wajib membayar upah bila karyawan berhalangan muncul sebab sakit dengan rincian:

  1. Bulan awal, perusahaan akan senantiasa membayar 100% dari pendapatan bulanan.
  2. Bulan kedua, perusahaan akan membayar sebesar 75% dari pendapatan bulanan.
  3. Bulan ketiga, perusahaan akan membayar 50% dari pendapatan bulanan.
  4. Bulan keempat atau selanjutnya, perusahaan akan membayar 25$ dari pendapatan bulanan.
  5. Tidak hanya cuti sakit, karyawan perempuan yang mengajukan cuti haid akan senantiasa memperoleh pendapatan penuh pada disaat hari awal dan kedua cuti.

Demikianlah informasi terkait Arti Payroll adalah? Begini system kerjanya. Semoga informasi di atas bisa memberikan manfaat untuk Anda yah.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

Subscribe yuk!!!

jangan lewatkan artikel menarik lainnya

RELATED POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

Tertarik untuk kerjasama?

content placement, backlink, penulisan artikel, pembuatan website, digital marketing, dll.