Bisnis Marketing

Apa itu Marketing, Tugas, Jenis dan Tips Suksesnya

Apa itu Marketing, Tugas, Jenis dan Tips Suksesnya
Written by Habib Hidayat

Dalam dunia bisnis ada istilah yang namanya marketing atau pemasaran. Proses penyampaian produk kepada customer dari mulai pengenalan hingga kesan dari pelanggan setelah menggunakannya. Seiring perkembangan zaman marketing juga ikut berkembang. Oleh sebab itu sekarang banyak kita jumpai istilah digital marketing atau marketing online. Atau dengan kata lain adalah pengenalan dan memasarkan produk tertentu melalui media digital atau online. Seperti yang banyak kita jumpai sekarang banyak iklan banner, gambar, atau link yang tampil di blog, sosial media, dll. Untuk media pemasaran yang berbentuk fisik contohnya baliho, reklame, brosur, spanduk,dll.

Dalam artikel ini akan dibahas secara tuntas dan lengkap terkait dengan marketing, dari mulai apa itu marketing, tipe-tipe marketing, contoh marketing, tips menjadi marketing, berapa gaji marketing, hingga perbedaan marketing dengan sales.

Apa itu Marketing?

Apa itu Marketing
Apa itu Marketing

Marketing adalah suatu proses dan upaya yang dilakukan untuk menarik calon pelanggan supaya tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan sebuah bisnis atau perusahaan. Dalam proses marketing ini perlu adanya proses analisis, riset, hingga periklanan. 

Pengertian marketing ini sangatlah luas yaitu mencakup dari mulai pengembangan produk atau jasa, penyaluran produk, proses promosi, hingga ke penjualan, dan proses setelah adanya konversi atau penjualan.

Jenis-Jenis Marketing

Mengenai jenis-jenis atau macam-macam marketing ini ada beberapa pengelompokannya ada yang membedakan berdasarkan media yang digunakan, berdasarkan cara kerjanya. Ada juga yang berdasarkan target pasar. Namun yang akan kita bahas kali ini adalah jenis marketing yang lebih umum yaitu jenis marketing untuk business to customer (B2C).

Iklan Berbayar

Iklan berbayar mencakup semua aspek dalam marketing untuk kegiatan promosi melalui media tertentu seperti televisi, radio, billboard, sosial media dengan anggaran yang sudah ditetapkan. Iklan berbayar ini sangat banyak macamnya namun tidak harus semua yang digunakan.

Cukup memilih beberapa media yang kiranya tepat dan efektif untuk mendatangkan customer. Jangan sampai dengan memanfaatkan semua media yang ada malah akan membebani biaya yang akhirnya malah jadi rugi.

Pemasaran Relasional

Sesuai namanya pemasaran relasional berhubungan dengan hubungan sebuah brand atau bisnis dengan pelanggan. Meningkatkan kesadaran merek dari pelanggan dari yang hanya tahu sampai dia tertarik dengan produk yang kita tawarkan.

Bahkan hubungan yang dijalin sampai kegiatan jual beli itu selesai untuk meningkatkan loyalitas pelanggan agar tidak beralih ke bisnis lain.

Worth of Mouth

Worth of Mouth -  habibhidayat.com
Worth of Mouth – habibhidayat.com

Ini adalah jenis marketing yang paling jitu yakni worth of mouth. Worth of mouth ini merupakan cara pemasaran secara tradisional namun sangat ampuh karena mengandalkan kesan bagus atau kepuasan dari pelanggan, sehingga mereka secara tidak langsung mempromosikan produk kita kepada orang lain.

Maka dari itu, perlakuan anda ke customer dan apa yang anda berikan ke mereka itu sangat penting karena itu bisa mendatangkan kesan positif.

Undercover Marketing

Merupakan strategi mengenalkan produk namun secara tersirat atau tidak frontal. Strategi ini berfokus pada perhatian customer mendatangkan banyak interaksi namun tanpa pelanggan sadari ada promosi produk yang terselip di dalamnya.

Mencakup pada memancing rasa penasaran calon customer. Jika anda jeli dan kritis metode ini sering digunakan oleh para artis dalam mempromosikan suatu produk atau jasa.

Cause Marketing

Contoh Cause Marketing - Kampanye Tanpa Sedotan Plastik
Kampanye Tanpa Sedotan Plastik – Sociaolla

Adalah pendekatan pemasaran yang berfokus pada membuat keterkaitan atau hubungan sebuah produk atau jasa dengan fenomena sosial yang terjadi. Salah satu contohnya menghubungkan produk minuman dengan isu sosial menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik.

Banyak sekali yang menerapkan metode marketing ini. Yang perlu diperhatikan adalah keaslian, tingkat hubungan, branding, dan penetrasi pasar. Soalnya jika anda kurang bisa mengemas strategi ini dengan baik justru bisa blunder untuk bisnis anda. Oleh karena itu, perlunya kehati-hatian dalam merancang dan menjalankan jenis marketing ini.

Digital Marketing

contoh digital marketing - instagram ads
instagram ads – forbes.com

Pendekatan yang dilakukan suatu bisnis untuk mengenalkan produk mereka melalui media digital. Mungkin anda sudah tidak asing dengan istilah ini seiring perkembangan teknologi internet yang sangat pesat. Bahkan banyak juga yang membuka workshop atau seminar tentang digital marketing ini. Digital marketing berfokus pada media digital yang digunakan, selain efektif strategi pemasaran ini juga lebih hemat biaya. Karena bisa mendatangkan banyak prospek dengan biaya yang sedikit dalam waktu yang singkat.

Jenis pemasaran ini cocok untuk bisnis yang sedang ingin meningkatkan nilai atau value bisnisnya (scale up bisnis). Yang perlu diingat adalah trend selalu berubah-ubah begitu juga dengan pendekatan yang kita gunakan. Mungkin 2 atau 3 tahun lalu lebih efektif beriklan di instagram, tapi sekarang mungkin bisa lebih efektif jika promosi di TikTok. Dan balik lagi semua juga tergantung pada model bisnis yang digunakan apakah cocok beriklan melalui media digital ini.

Transactional Marketing 

Transactional Marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang berfokus pada jumlah transaksi penjualan. Tujuan jenis marketing ini tentunya untuk meningkatkan kuantitas penjualan sebanyak mungkin. Strategi ini termasuk dalam metode pemasaran jangka pendek karena berhubungan dengan momentum. Contohnya memanfaatkan momen lebaran atau akhir tahun untuk menawarkan promo besar-besaran yang jarang ada di waktu lain. Terbukti pada momen-momen tertentu penjualan berhasil mengalami peningkatan. Sering juga kita jumpai si marketplace yaitu flash sale, harbolnas, dll. Kelemahannya adalah kebalikan dari relational marketing yaitu tingkat kedekatan brand kepada customer cenderung kurang.

Diversity Marketing

Burger Rendang
Burger Rendang – mcdonalds.sg

Suatu pendekatan kepada customer yang berkenaan dengan aspek kepercayaan, ras, suku, budaya, pandangan. Berfokus pada kelompok-kelompok tertentu yang menjunjung erat nilai-nilai dari kelompoknya. Menyasar target pasar yang sangat spesifik. Seperti halnya McDonald yang menyajikan burger mereka dengan rasa yang khas indonesia seperti burger rendang, sambel ijo, dll. Tentunya menu tersebut hanya ada di Indonesia bukan? Hal tersebut dilakukan agar menu yang ditawarkan bisa mewakili rasa atas lidah orang indonesia. 

Tugas Marketing

Tugas Marketing
Tugas Marketing

Lalu apa saja tugas marketing itu? seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas marketing bertugas dalam proses pengembangan produk hingga aktivitas setelah adanya penjualan. Lebih detailnya akan dijabarkan di bawah ini apa saja tugas marketing itu: baca juga artikel tentang Kesalahan Digital Marketing yang Harus Dihindari.

Merencanakan dan Mengembangkan Produk atau Jasa

Tugas marketing yang pertama adalah mampu membuat perencanaan terkait suatu produk. Berbagai strategi untuk menjual produk tertentu, serta melakukan analisis pasar. Sehingga akan lebih mudah mengetahui minat pasar akan kebutuhan produk yang akan dipasarkan.

Memiliki data dari mulai demografi, minat, dan perilaku pasar terkait produk tersebut dan setidaknya memiliki prediksi atau perkiraan pangsa pasar dan apakah produk tersebut bisa laku di pasaran atau tidak.

Menentukan Harga

Selanjutnya tugas marketing adalah menentukan harga dari suatu produk atau jasa. Melakukan analisis dan riset terlebih dahulu terkait harga jual produk atau jasa ini. Hal ini sangat penting karena musuh terbesarnya adalah perang harga hingga persaingan harga yang tidak sehat dengan produk serupa dari produk pesaing.

Mengetahui harga produksi atau harga pokok penjualan dan menentukan kisaran harga yang ideal untuk dijual ke pasaran. Menentukan harga awal ketika rilis sebuah produk hingga harga tetap untuk selanjutnya termasuk jika adanya perubahan harga produk nantinya.

Melakukan Promosi

Agar produk bisa dijangkau oleh banyak orang yang sudah ditargetkan maka harus adanya promosi produk. Promosi ini bisa berbayar maupun gratis, jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Membuat perencanaan dan membuat saluran pemasaran yang tepat agar produk yang kita tawarkan bisa menyasar calon pelanggan yang tepat. Mencakup pemasaran secara langsung maupun tidak langsung.

Yaitu memasarkan langsung atau menjual sebuah produk dengan penawaran khusus langsung kepada calon customer. Sedangkan pemasaran secara tidak langsung (indirect marketing) perlu proses yang lebih komplek dan biasanya berjangka panjang. Dari mulai pengenalan bisnis memberikan manfaat berupa tips & trik seputar produk dan bisnis yang ditawarkan.

Selain itu, dalam proses ini juga seorang marketer harus bisa menganalisis media promosi yang tepat yang akan digunakan. Dan membagi persentase anggaran yang ada ke semua media berdasarkan prioritasnya, apakah lebih dominan untuk melakukan ads atau endorse influencer misalnya.

Pendistribusian Produk

Untuk anda yang memiliki toko fisik akan lebih mudah untuk melakukan distribusi barang dengan pelanggan yang membawa sendiri produk yang sudah dibeli. Namun, sekarang ini banyak bisnis online yang memanfaatkan jasa pengiriman. Tentunya estimasi pengiriman barang semakin cepat semakin baik. Hal tersebut akan mempengaruhi kepuasan customer. Jadi memilih jasa pengiriman yang tepat juga penting dari mulai biaya hingga layanan yang diberikan.

Seperti yang sudah dibahas dalam tugas mempromosikan produk. Pendistribusian produk ini juga berkaitan dengan bagaimana produk anda bisa menjangkau calon customer anda. Apakah anda menggunakan google maps, social media, marketplace, website, dan bagaimana cara mengoptimasinya.

Melayani Pelanggan

Setelah melalui proses di atas akan tiba saatnya calon pelanggan mulai tertarik pada produk yang anda tawarkan dan mulai berinteraksi dengan anda. Dari mulai menghubungi kontak bisnis anda atau langsung mengunjungi toko fisik bisnis anda. Hal ini tak lepas dari bagaimana kita memperlakukan calon pelanggan.

Tentunya dalam melayani pelanggan harus ramah dan tentunya memiliki kemampuan untuk mendorong pelanggan agar jadi melakukan transaksi (jadi beli). Dalam proses ini perlu adanya kemampuan dalam teknik closing dari seorang pelayan (Customer Service).

Menjaga Hubungan dengan Customer

Salah satu tugas marketing yang tidak kalah penting adalah menjaga hubungan baik dengan customer. Hal ini bertujuan agar nantinya customer tersebut akan kembali lagi dan membeli produk dari kita lagi. Jika tidak, maka kompetitor akan mudah melakukan akuisisi market. Apalagi apabila customer yang sudah beli tidak puas dan komplain. Seorang marketer harus mampu membuat problem solving dan mengubah komplain tersebut menjadi pelanggan yang loyal.

Hal ini biasanya berupa penawaran khusus bagi pelanggan lama atau perlakuan khusus untuk menjaga kepuasan pelanggan. Bahkan, sampai membuat customer yang sudah beli merekomendasikan produk kita ke orang-orang terdekat mereka. Hal ini juga akan menambah keuntungan untuk bisnis anda bukan? seperti yang kita tahu bahwa marketing yang paling bagus adalah worth of mouth.

Tujuan Marketing

Setelah anda mengetahui pengertian marketing dan tugas marketing tentunya anda perlu tahu juga sebenarnya apa sih tujuan marketing itu? Mengapa sangat penting proses marketing dalam sebuah bisnis.

Meningkatkan Penjualan

Hal mendasar dari marketing adalah supaya penjualan dari suatu bisnis meningkat dari waktu sebelumnya. Dalam hal ini tidak serta merta hasil akhir dari jumlah penjualan yang meningkat namun juga mencakup berapa orang yang mengunjungi toko, berapa yang menghubungi melalui kontak pesan, dan bahkan sampai engagement di sosial media suatu bisnis. Dengan adanya data-data tersebut tentunya akan membantu marketer untuk menganalisis lini atau tahapan marketing mana yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.

Menghasilkan Prospek

Tujuan marketing yang kedua adalah menghasilkan prospek, yaitu bagaimana mendatangkan calon customer sebanyak-banyaknya ke bisnis kita. Menjangkau lebih banyak orang yang sekiranya mereka akan membutuhkan produk kita suatu saat nanti. Proses brand consideration dan brand awareness yang berjalan dalam menghasilkan prospek ini.

Seorang marketer juga perlu tahu seberapa besar tingkat kedekatan atau hubungan orang-orang dengan brand kita. Biasanya dibedakan menjadi 3 kategori prospek yaitu cold, warm, hot. Dari mulai yang baru tahu hingga mereka yang sudah tahu dan tertarik ingin membeli produknya.

Mendapatkan Pelanggan Baru

Selain meningkatkan jumlah atau kuantitas penjualan tentunya tugas marketing yang lainnya adalah mendatangkan pelanggan baru sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan penjualan. Dengan bertambahnya pelanggan akan meningkatkan kemungkinan up selling produk yang terjual tidak hanya 1 item saja namun lebih. Hal ini juga terlepas dari apakah pelanggan kita end user, reseller, bisnis, atau mitra.

Maka dari itu, penting untuk mendata setiap pelanggan baru yang ada agar nantinya memudahkan marketer untuk menganalisis perubahan yang terjadi apakah mengalami peningkatan atau justru penurunan setelah dilakukan proses marketing.

Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Tugas Marketing yang selanjutnya adalah meningkatkan kepuasan customer. Kepuasan customer ini meliputi produk dan pelayanan. Selain produk yang kita tawarkan berkualitas tentunya dibarengi dengan pelayanan yang ramah dan komunikatif kepada customer.

Hal ini juga akan berpengaruh pada review atau testimoni pelanggan nantinya. Seperti yang sudah disampaikan di atas bahwa pelanggan yang puas cenderung ada kemungkinan untuk merekomendasikan produk kita kepada orang lain.

Mendatangkan Banyak Pengunjung

Jika anda seorang digital marketer tentunya anda sudah tidak asing dengan tugas ini. Untuk mendatangkan pengunjung ke website kita ada banyak cara salah satu cara ampuhnya adalah dengan SEO (Search Engine Optimization). SEO ini meliputi SEO onpage maupun SEO off page.

SEO onpage adalah optimasi mesin pencari google dengan cara mengoptimasi artikel itu sendiri dari mulai judul, keyword, gambar, dll. Sedangkan SEO off page merupakan optimasi yang dilakukan diluar dari halaman atau artikel yang kita buat, contohnya backlink, social bookmarking, dll. Selain di website atau blog, mendatangkan banyak pengunjung ini juga berlaku untuk toko offline.

Kalau sekarang bisa dengan optimasi google bisnis sehingga orang-orang yang ingin mencari toko atau warung di google maps ada kemungkinan bisnis kita tampil di pencarian tersebut. Pelajari juga terkait Strategi Marketing Mudah dan Tepat untuk Usaha Anda.

Proses Marketing

Proses Marketing
Proses Marketing
  • Memastikan tujuan marketing sudah selaras dengan tujuan sebuah bisnis.
  • Membuat pemetaan atau roadmap dari kondisi pasar saat ini.
  • Menetapkan tujuan marketing yang akan dicapai
  • Menentukan customer avatar atau kriteria pasar yang akan disasar
  • Menentukan positioning brand dan strategi kreatif yang akan dilakukan
  • Menentukan strategi distribusi produk, penentuan harga, dan promosi yang akan digunakan.
  • Menjabarkan unique selling point dan strategi komunikasi yang digunakan
  • Menetapkan anggaran marketing
  • Membuat blueprint dari pelaksanaan atau timeline eksekusi
  • Menentukan Peluang yang ada
  • Mencari solusi dari ancaman-ancaman yang muncul dalam proses pemasaran

Berapa Gaji Seorang Marketing

Jika berbicara gaji tak lepas dengan yang namanya performa kerja dan masa pengabdian kerja atau lamanya seseorang bekerja di suatu perusahaan. Di Indonesia sendiri seorang marketing atau marketer digaji mulai dari 3.000.000 hingga 5.000.000 untuk bagian staff marketing. Untuk gaji seorang manager marketing di kisaran 5.000.000 sampai 6.500.000.

Untuk kelas marketing top level sekelas Chief Marketing Officer bisa mendapatkan gaji hingga 250.000.000. Semua angka tersebut merupakan nilai kisaran atau perkiraan, tentunya akan berbeda-beda tiap perusahaan tergantung besar kecilnya perusahaannya juga. Namun, setidaknya anda mendapatkan gambaran mengenai kisaran berapa gaji marketing itu.

Tips Sukses Menjadi Seorang Marketing

Menjadi seorang marketing saat ini sangat banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Maka dari itu persaingan yang timbul semakin ketat. Oleh karena itu, anda harus memiliki kemampuan yang yang unik dan berbeda dari yang lainnya. Minimal anda menguasai beberapa tips sukses menjadi seorang marketing.

Membuat Strategi dan Target Pasar yang Tepat

Analisis Target Pasar
Analisis Target Pasar

Menjadi seorang marketer tentunya kemampuan ini adalah wajib hukumnya. Mampu menentukan strategi yang pas untuk menjangkau dan menyasar pasar yang tepat pula. Bagaimana menguraikan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk mendatangkan prospek hingga pada tujuan akhir yaitu peningkatan omset perusahaan. Apakah strategi yang digunakan adalah storytelling, direct marketing, dll. Membangun sebuat langkah per langkah untuk mengedukasi calon pelanggan hingga menjadi pelanggan yang setia. Semua itu harus ada strategi yang jelas dan matang. Atau membuat penawaran khusus saat ada event-event tertentu misal bonus produk untuk pembelian saat perayaan imlek.

Mengerti Perilaku Pasar

Sebelum melangkah ke proses marketing, seorang marketing yang sukses harus bisa memahami perilaku pasar. Apakah target market anda adalah wanita atau pria, dengan rentang usia tertentu yang memiliki kebiasaan atau perilaku tertentu pula. 

Memahami target market yang tepat adalah salah satu kunci marketing yang sukses. Mengenal seluk beluk terkait perilaku, kebiasaan, dan minat pasar yang tepat agar bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan produk yang kita tawarkan.

Memperluas Jaringan

Mempunyai jaringan atau channel bisnis yang luas tentunya akan membantu seorang marketer agar lebih mudah menjalankan bisnisnya. Banyak yang bisa anda peroleh ketika memiliki jaringan yang banyak dan luas. Selain dalam bentuk kerja sama bisnis anda juga bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.

Semakin jaringan bisnis anda juga akan semakin besar peluang bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Jadi yakinlah bahwa dengan memperbanyak jaringan anda akan memperluas wawasan dan tentunya mendapatkan prospek baru.

Menguasai Product Knowledge

Sebelum anda memasarkan produk anda ke customer, tentunya anda harus tahu dulu semua tentang produk yang akan anda jual. Dari muali kelebihan dan kelemahannya sehingga anda bisa membuat strategi untuk menonjolkan kelebihan produk anda dan setidaknya sedikit menutupi kelemahannya. Dengan begitu anda bisa meyakinkan calon customer anda dengan memberikan pengetahuan seputar produk atau layanan yang anda tawarkan.

Beritahu calon pelanggan anda tentang produk anda secara detail. Dari mulai fitur-fitur yang ada, spesifikasinya, benefitnya, fungsi, hingga kualitas produknya. Memberikan informasi tentang nilai dari produk anda itu juga sangat penting. Apa bedanya dengan produk pesaing dan manfaat lebih yang bisa didapatkan dengan membeli produk anda. Dengan begitu anda akan bisa terlepas dari perang harga di luar sana. Karena pelanggan sekarang sudah banyak yang pintar mereka rela mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan produk yang lebih bernilai.

Memiliki Skill Analisis yang Baik

Memiliki Skill Analisis yang Baik
Memiliki Skill Analisis yang Baik

Anda harus bisa menganalisis data yang ada setelah anda mempraktekkan strategi yang anda buat. Apabila hasilnya kurang memuaskan maka anda harus sudah tahu bagian mana yang harus diperbaiki. Dan apabila hasilnya bagus langkah apa selanjutnya untuk membuat strategi tersebut bisa mendapatkan hasil lebih atau mempertahankannya.

Hal ini juga berlaku pada kepuasan pelanggan, jika pelanggan anda puas anda bisa menggunakan hal tersebut sebagai testimoni produk anda. Dan sebaliknya apabila review mereka buruk maka itu dijadikan bahan evaluasi untuk semua tim. Jadi semua yang anda lakukan berdasarkan data dan fakta yang ada. Bukan seolah-olah melakukan intervensi tanpa data, hal tersebut justru akan menimbulkan efek negatif dan tidak terukur nantinya.

Bersikap Optimis dan Konsisten

Banyak tantangan dan hambatan yang dilalui seorang marketing dari mulai harus bisa bekerja dengan orientasi hasil atau mencapai target. Selain itu, banyak juga penolakan dari customer yang akhirnya memutuskan untuk tidak jadi beli produk kita. Hal-hal seperti itu harus dijadikan sebagai tantangan dan tentunya seorang marketing harus tetap optimis agar tujuan pemasaran tercapai.

Semangat dan sikap optimis anda bisa menjadi energi positif untuk menarik pelanggan. Hal tersebut juga bisa berdampak pada tim anda untuk selalu bersikap positif juga. Pantang menyerah dan putus asa menjadi dasar anda dalam mendatangkan penjualan. Terus melakukan follow up ke customer dan membuat konten yang berkelanjutan. 

Konsistensi ini sangat sulit dilakukan terkadang sewajarnya manusia ada rasa malasnya juga. Namun, anda harus tetap ingat dengan tujuan yang akan dicapai.

Memiliki Komunikasi yang Baik

Memiliki Komunikasi yang Baik
Memiliki Komunikasi yang Baik

Bisa menyalurkan aspirasi dan tugas dari atasan kepada tim dan juga bisa berkomunikasi dengan baik ketika ada komplain dari pelanggan adalah salah satu contoh dari kemampuan dalam berkomunikasi yang baik. Seperti kita tahu bahwa atasan atau bahkan owner terkadang tidak paham dengan bahasa teknis dalam dunia marketing, maka dari itu anda harus bisa menerjemahkan maksud dan tujuan dari seorang owner dan lalu mengkomunikasikannya dengan tim yang kemudian diimplementasikan. Sebaliknya anda juga harus bisa menyampaikan hasil berdasarkan data yang sudah didapat apakah itu bagus atau kurang. Sampaikan apa adanya sehingga bisa menjadi bahan evaluasi.


About the author

Habib Hidayat

Blogger gembel yang mencoba berbagi tentang hobby, passion, tutorial, tips, review, dll. Berharap menjadi orang yang berguna untuk orang lain.

Leave a Comment

Adblock Detected!

Eiits...Yuk support blog ini dengan mematikan Adblocknya!! Bermacam informasi bermanfaat dan menarik gratis di blog ini