7 Strategi Marketing untuk Usaha Kecil Menengah (UKM)

0
50
7 Strategi Marketing untuk Usaha Kecil Menengah (UKM)
7 Strategi Marketing untuk Usaha Kecil Menengah (UKM)

Apakah kamu seorang marketer atau seorang pemilik bisnis? Strategi pemasaran atau merketing apa saja yang sudah kamu lakukan untuk bisnismu? Yang dihadapi adalah tantangan, bagaimana cara bisnismu tetap bertahan atau berkembang. Di luar itu bisnis kecil atau sudah mapan akan ada tantangan di setiap level bisnis. Banyak tantangan yang harus dihadapi mulai dari sumber daya, budged, hingga waktu. Maka dari itu pentingnya merencanakan semuanya dengan strategi marketing yang tepat.

Di Indonesia sendiri kita melihat fenomena seven eleven dan giant yang mulai mengurangi cabang bisnis mereka. Seiring berjalannya waktu strategi pemasaran juga harus berkembang mengikuti jaman. Kita perlu merencanakan dan mempersiapkan segalanya agar bisnis tetap bertahan dan berkembang.

Strategi Marketing untuk Usaha Kecil Menengah
Strategi Marketing untuk Usaha Kecil Menengah

Usaha kecil menengah atau UKM di Indonesia belakangan ini mulai menjamur. Tak sedikit juga yang tidak bisa bertahan dan akhirnya gulung tikar. Terkadang mereka cuma memikirkan jangka pendeknya saja. Tanpa memikirkan bagaimana bisnis agar tetap survive dan sustain. Baca juga Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan.

Berikut ini 7 Strategi Marketing untuk UKM atau startup yang sudah digunakan dan terbukti berhasil

7 Strategi Marketing untuk Usaha Kecil Menengah

1. Tentunkan Tujuan

Supaya bisnismu berjalan dengan baik, maka kamu harus menentukan tujuan. Kira-kira mau dibawa kemana arah yang ingin dicapai oleh bisnismu. Apa visi dan misi bisnismu, Karena strategi yang tepat untuk sebuah startup atau usaha kecil menengah adalah yaitu menentukan tujuan yang tepat dan anggaran yang masuk akal.

Apa yang ingin benar-benar bisa terwujud? Apakah sebuah ekspansi bisnis, membuka cabang baru? Apakah ingin memperkuat bisnis yang ada? Atau apakah kamu ingin bisnismu dikenal semua orang?

Semua tujuan diatas itu tentu saja valid. Tapi sejalan dengan tujuan yang ingin kamu capai tentunya kamu harus membuat anggaran dana yang masuk akal juga. Anggaran yang ditetapkan haruslah realistis dan efektif. Sumber dana juga harus dipikirkan, apakah itu dari pinjaman bank, investor atau modal pribadi.

Kendalanya adalah tujuan yang ingin kamu capai tidak hanya satu, bisa dua, atau lebih. Hindari tujuan-tujuan yang sekiranya belum perlu atau tidak mendesak. Prioritaskan tujuanmu agar kamu juga tidak kebingungan dan tetap fokus dalam mencapai tujuanmu. Coba identifikasi masalah-masalah untuk menentukan tujuan. Sehingga kamu bisa menentukan juga mana tujuan jangkan pendeknya dan mana yang jadi tujuan jangkan panjangnya.

2. Maksimalkan dari Lingkungan Terdekatmu

Kamu bisa mulai dari keluarga, saudara hingga teman-teman di sekitarmu. Jika kamu sudah memiliki sebuah bisnis, maka cobalah mulai dengan mengoptimasi google my business. Mulai kembangkan bisnis dari dimana lokasi bisnismu berada. Buatlah bisnismu muncul di pencarian google, minimal ada di google map. Apalagi sekarang sudah banyak yang menggunakan google map sebagai panduan orang bepergian. Bahkan sudah dipakai juga di banyak aplikasi ojek online.

Faktanya, bisnis kecil atau startup yang bisa ditemukan secara online berkembang 40% lebih cepat dibandingkan dengan bisnis yang tradisional. Dengan menggunakan google my business kamu juga lebih mudah untuk memperkenalkan bisnismu. Seperti apa bisnismu, apa yang kamu tawarkan apakah produk atau jasa.

Selain itu, bisnismu akan lebih terlihat profesional dan kredibel. Ditambah lagi mereka yang sudah mengunjungi bisnismu akan mereview bisnismu di google. Penilaian dari mereka juga penting untuk menambah kredibilitas bisnismu. Unggah foto apa saja yang ada di bisnismu bagaimana tampilan depan tokomu, dan bagaimana suasana di dalamnya, dll.

3. Buat Akun Media Social Terpopuler

Banyak seorang pengusaha yang baru memulai bisnis membuat semua media sosial yang ada. Alih-alih memperkenalkan bisnisnya, yang terjadi malah tidak optimal dalam eksekusinya. Maka dari itu buatlah akun media sosial yang sekiranya banyak digunakan oleh pasar di sekitar wilayah bisnismu. Misalnya orang-orang disekitarmu banyak yang menggunakan instagram dan twitter, dan sudah mulai meninggalkan facebook. Maka kamu bisa memulai dengan membuat akun instagram dan twitter untuk bisnismu.

Kamu juga harus sudah tau berpa budget yang akan kamu habiskan untuk mengelola media sosial bisnismu. Mulai dengan menganalisis seluruh sosial media yang kamu miliki. Mana yang paling mempunyai engagement paling besar. Maksimalkan dan optimasi lebih lanjut pada media sosial yang berpeluang besar.

4. Content Marketing

Content Marketing berguna untuk hasil jangka panjang. Jadi jika bisnismu memiliki visi jangka panjang maka mengoptimalkan content marketing adalah salah satu cara yang tepat untuk usaha kecil menengah. Kamu harus benar-benar memahami konten seperti apa yang harus kamu buat pada saat ini. Buatlah konten yang memiliki nilai, yang relevan, serta konsisten.

Ketika kamu membuat konten tentunya kamu perlu menyampaikannya ke audiencemu secara terus-menerus untuk menghasilkan leads. Berbicara tentang content marketing tidak hanya tentang artikel blog. Akan tetapi bisa dalam bentuk lain misalnya gambar infografis, video, podcast, dll.

Ingatlah bahwa kamu harus memiliki waktu dan kesabaran yang cukup ketika kamu memilih untuk menjalankan strategi ini. Kamu mungkin juga perlu menambah pesonil yang ahli dalam hal ini. Tujuannya untuk menghasilkan konten yang manarik dan bagus. Pekerjakan seoran design grafis untuk membuat konten yang bagus. Jangan sampai alih-alih memangkas anggaran kamu malah melakukan blunder atau kesalah. Sehingga mengakibatkan audiens kamu berpaling dan pergi.

Mulailah membuat konten video. Konten berbentuk video terbukti ampuh untuk menggiring penonton ke level selanjutnya utuk dijadikan konversi.

5. Email Marketing

Email marketing adalah salah satu strategi marketing yang terbukti ampuh untuk usaha kecil menengah. Bahkan dengan email marketing strategi untuk membangun loyalitas pelanggan. Fakta bahwa mereka dengan sukarela memberikan email untuk mendapatkan email pemberiyahuan.

Email marketing bisa berbentuk apa saja artikel, video, acara, produk baru, dll. Buatlah konten yang pas dan relevan untuk email marketingmu dan buat buletin seminggu sekali sebagai pengingat untuk memancing engagement lagi.

Faktanya, sebuah bisnis yang mengoptimasi email marketing memiliki peluang lebih besar untuk mendapat pelanggan yang loyal. Berikut hal yang perlu kamu jadikan pengingat bahwa:

  • Buatlah konten email marketing yang mobile friendly.
  • Teruslah riset terkait konten apa yang relevan, waktu, subjek, dll

6. Blogging

Sebuah blog bisa sebagai media untuk menyampaikan informasi dan pengumuman. Melalui blog kamu bisa bercerita tentang bisnismu, menyampaikan apa saja pencapaian yang telah diraih dll. Dengan Blog juga bisa menyampaikan apa visi dan misi bisnismu untuk masa depan.

Isilah blogmu dengan konten yang menarik dan bermakna untuk audiensmu. Selain kontenmu harus berkualitas jangan lupa untuk terus konsisten untuk membuatnya. Apabila kamu konsisten dan kontenmu menarik audiensmu akan menunggu nunggu konten apa selanjutnya di blogmu.

7. Sharing

Kamu bisa membagikan pengalamanmu dalam berbisnis. Ceritakan faktor apa dan apa saja yang kamu lakukan hingga sampai di tahap ini. Kamu juga bisa membagikan hal lain yang sesuai dengan bisang dan keahlianmu. Dari situ kamu bisa membangun kamunitas yang benar-benar tertarget.

Kamu bisa mengangkan isu-isu yang sedang panas yang beredar. Hubungkan dampak apa yang terjadi pada suatu bisnis. Berbagi ini bisa kamu mulai dari media sosial pribadi. Apabila sudah mulai banyak yang tertarik dengan konten  yang kamu bahas. Kamu bisa mulai membuat webinar. Membuat video youtube sampai membuat seminar atau workshop.

Itulah tadi bebeapa Strategi Marketing untuk Usaha Kecil Menengah. Semoga bisa membuat pemikiran kamu terbuka dan tahu apa yang harus dilakukan untuk bisnismu. Beberapa hal di atas kamu bisa dilakukan mulailah buat rencana untuk mulai eksekusinya. Sediakan budget yang sesuai di setiap lini. Sebenarnya masih banyak strategi yang bisa dilakukan, kembali pada bisnismu gunakan strategi yang paling cocok untuk model bisnismu. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Komentar